Bodo apem di jepara tradisi turun-temurun yang terus di lestarikan

Bodo apem jepara
Bodo apem kabupaten jepara

Ada tradisi yang unik di kabupaten jepara yaitu tradisi Bodo apem . Salah satunya yang ada di desa sukodono kecamatan tahunan jepara menggelar barikan apem alias bodo apem . Tradisi barikan apem ini merupakan tradisi turun-temurun oleh warga desa sukodono jepara sejak jaman dulu.

Tradisi bodo apem di jepara

tradisi budaya barikan apem ini biasanya diadakan Setiap Jumat Pon pada bulan Syawal. Setelah sholat subuh warga berdatangan ke balai desa sukodono dengan membawa kue apem. Kue apem yang di bawa oleh warga kemudian di do’akan dan selametan. Setelah selamatan kue apem dari warga yang terkumpul kemudian dimakan bersama-sama.

Setelah selesai apem tersebut dibagikan ke tetangga sekitar sebagai bentuk toleransi antar warga

Masyarakat percaya apem yg telah didoakan dan selamatan akan membawa berkah dan Keselamatan. Tradisi ini juga sebagai perwujudan permohonan maaf seluruh warga atas segala kesalahan usai bulan puasa. Karena Apem berasal dari kata afwa yang artinya permohonan maaf.

Tradisi bodo apem ini bukan hanya dilakukan oleh masyarakat desa sukodono saja . Namun hampir semua desa di jepara juga masih melaksanakan tradisi ini. Namun waktunya yang berbeda. Untuk di desa lain biasanya dilaksanakan pata jumat wage di bulan apit dalam kalender jawa.

Makan apem bersama

Makna apem bodo apem di jepara

Istilah apem sebenarnya berasal dari bahasa Arab, afuan/ afuwwun, yang berarti ampunan. Yang dalam filosofi Jawa, kue apem ini merupakan simbol permohonan maaf atau ampun atas berbagai kesalahan. Namun, karena orang Jawa menyederhanakan bahasa Arab tersebut, maka disebutlah apem.

Sejarah apem

Kue apem sendiri dalam sejarah yaitu ada legenda jaman dulu yang menuturkan bahwa kue apem ini bermula pada zaman Sunan Kalijaga, salah seorang wali sanga. Adalah Ki Ageng Gribik atau Sunan Geseng, murid Sunan Kalijaga, yang waktu itu baru pulang ibadah haji dan melihat penduduk Desa Jatinom, daerah Klaten, kelaparan. 

Beliau membuat kue apem lalu dibagikan kepada penduduk yang kelaparan sambil mengajak mereka mengucapkan lafal dzikir Qowiyyu (Allah Maha Kuat). Para penduduk itu pun menjadi kenyang. Hal inilah yang membuat masyarakat jawa khususnya untuk terus menghidupkan tradisi bodo apem sebaga tradisi turun-temurun.

Itulah sejarah singkat tentang tradisi bodo apem di kabupaten jepara. Jika ada kekurangan atau masukan bisa kalian tuliskan di kolom komentar

Baca juga : tradisi pesta lomban di jepara

Bagikan

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wisata gratis di jepara yang bisa kalian kunjungi

Jum Jun 14 , 2019
Perda wisata gratis di jepara Kabar gembira ini bagi masyarakat jepara dan sekitarnya karena pemerintah kabupaten atau Pemkab Jepara membuat kebijakan baru yaitu menggratiskan restribusi atau biaya masuk obyek-obyek wisata yang ada kelola oleh pemkab jepara yaitu diantaranya wisata di jepara pantai kartini, pantai bandengan, benteng portugis dan musium kartini […]
Wisata gratis di jepara