Cerita Gunung Tumpeng Ngelak Desa Jambu Mlonggo Jepara

1
Gunung tumpeng
gunung tumpeng foto: bu riyanti

Jika kalian pergi ke pantai ngelak desa jambu kecamatan mlonggo jepara akan melewati gundukan di pinggir jalan. Oleh warga setempat gundukan tersebut dinamakan gunung tumpeng. Ternyata gunung tumpeng ini mempunyai cerita legendanya lo.
Dahulu di daerah mlonggo ada sebuah desa yang bernama Sentono, di desa tersebut hiduplah seorang ulama yang bernama mbah Agung Alim.

Cerita ini berawal saat mbah Agung Alim bertemu dengan Ki Honggo Pati atau Ki Halonggo Pati, yaitu seorang ksatria atau prajurit dari kerajaan Mataram pada masa Sultan Agung. Kesatria tersebut baru saja mengalahkan pasukan kompeni Belanda yang ada di Jepara dengan di bantu oleh masyarakat.

Sebagai syukuran atas kemenangan melawan kompeni, Ki Honggo Pati meminta kepada Ki Agung Alim untuk dibuatkan tumpeng yang besar untuk syukuran bersama warga. Ki agung alim pun langsung pulang dan memerintahkan para santrinya untuk membuat tumpeng dan aneka makanan jajan pasar. Dalam waktu satu malam persiapan tumpeng pun telah selesai.

Namun masih ada yang kurang dalam tumpeng tersebut yaitu ikannya belum ada.
Ki agung alim kemudian memerintahkan santrinya untuk ke laut mencari untuk membeli ikan dari nelayan. Namun seharian di pantai sampai haus dan ngelak yang kemudian pantai tersebut sekarang dinamakan pantai ngelak tempat untuk memancing di jepara sekarang. hingga menjelang petang santri tersebut akhirnya menjumpai seorang pemancing yang membawa kepis (wadah ikan).

Saat santri tersebut hendak membeli ikan tersebut, si pemancing tersebut mengatakan tidak dapat ikan. Ternyata si pemancing tersebut berbohong padalah di dalam kepis tersebut banyak ikannya. Akhirnya si santri tersebut pulang menghadap ki agung alim dengan tanpa membawa ikan. Ki agung alim pun marah, tiba-tiba datanglah angin yang sangat besar sehingga semua peralatan dapur yang digunakan memasak kebutuhan tumpeng pun kocar-kacir dibawa angin.

Peralatan dapurnya tersebar dimana-mana di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Desa Jambu. Dandangnya jatuh di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Jambu Sedandang. Kekepnya jatuh di daerah yang sekarang bernama Jambu Sekekep. Piringnya jatuh di daerah yang sekarang menjadi Jambu Ujung Piring. Lampingnya jatuh di daerah yang sekarang bernama Jambu Kedung Lamping dan pasonya jatuh di daerah yang sekarang bernama Jambu Kedung Paso. Nasi tumpengnya besar pun berubah menjadi gunung yang sekarang di kenal oleh masyarakat dengan nama gunung tumpeng. Sedangkan tempat di mana Ki longgo Pati membuat syukuran, dikemudian hari dikenal dengan nama desa Sekuro.

Akhirnya syukuran pun dilaksanakan di tempat ki hanggo (sekarang dinamakan pasar mlonggi) dengan sederhana bersama masyarakat yang membawa berkat makanan dari rumah masing-masing.

Makam mbah agung alim atau mbah sentono saat ini berada di dukuh sekacer mlonggo jepara. Sedangkan makam ki honggo pati berada di dukuh ngelak mlonggo jepara.

Bagikan

admin

One thought on “Cerita Gunung Tumpeng Ngelak Desa Jambu Mlonggo Jepara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Beri Bimbel Gratis di Tengah Pandemi Covid-19

Rab Okt 21 , 2020
JEPARA – KKN UIN Walisongo Semarang. Dimasa Pandemi Covid-19 ini, banyak sekolah yang menerapkan sistem belajar Dalam Jaringan (Daring) guna mengikuti anjuran pemerintah dengan melakukan Social Distancing untuk memutus penyebaran virus semakin meluas. Dengan diterapkannya sekolah online, siswa melakukan kegiatan belajar dari rumah. Hal tersebut memicu Alkholifatul Mutoharoh, mahasiswi KKN […]