Jepara

Jepara
Foto wisata jepara

Jepara adalah salah satu kabupaten yang berada pesisir utara pulau jawa yaitu di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat dan utara, berbarbatasan dengan Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta di selatan berbatasan dengan Kabupaten Demak. Di kabupaten ini mempunyai 16 kecamatan, 11 kelurahan dan 184 desa dengan total penduduk 1.184.947 jiwa (2020). Kota ukir

Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi laut pegunungan muria dan Kepulauan Karimunjawa, yaitu gugusan pulau-pulau di pulau jawa. Pulau karimunjawa merupakan wisata andalan jepara jawa tengah karena terkenal dengan keindahan lautnya yang masih asri dan terjaga. Bahkan Sebagian besar wilayah Karimunjawa dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa.

Jepara terkenal dengan mebel dan ukirannya, maka tak heran sebagian besar masyarakat di kota ini berprofesi di bidang mebel ukir atau furniture. Namun belakangan ini banyak investor asing yang membangun pabrik di kota ini yang membuat banyak perempuan di kota ini yang beralih profesi menjadi buruh di pabrik garmen.

Kabupaten jepara mempunyai julukan yaitu kota ukir. ukiran dari jepara merupakan warisan turun-temurun yang sudah sangat terkenal di indonesia bahkan sudah di ekspor ke mancanegara. Ukiran disini terkenal bagus rapi dan berkelas.

Sejarah jepara

Jauh sebelum adanya kerajaan-kerajaan di tanah jawa. Di ujung sebelah utara pulau Jawa sudah ada sekelompok penduduk yang diyakini orang-orang itu berasal dari daerah Yunnan Selatan yang kala itu melakukan migrasi ke arah selatan. Jepara saat itu masih terpisah oleh selat Juwana.

Nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara. Artinya yang berarti sebuah tempat permukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing. Ia pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau kalingga yang juga disebut jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling. Suatu kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.

Selain di pimpin oleh Ratu Shima, japara juga pernah dipimpin oleh Ratu Kalinyamat bersama sultan hadirin (1549-1579), . Ratu kalinyamat (retno kencono) merupakan putri dari sultan trenggono yaitu raja dari kesultanan demak. Raja kalinyamat di kenal Sebagai seorang penguasa Jepara, yang gemah ripah loh jinawi. Karena keberadaan Japara kala itu sebagai Bandar Niaga yang ramai.

Ratu ini dikenal mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Adalah tidak berlebihan jika orang Portugis saat itu menyebut sang Ratu sebagai Rainha de Jepara Senora de Rica. Artinya Raja Japara seorang wanita yang sangat berkuasa dan kaya raya.

Serangan sang Ratu yang gagah berani ini melibatkan hampir 40 buah kapal yang berisikan lebih kurang 5.000 orang prajurit. Namun serangan ini gagal, ketika prajurit Kalinyamat ini melakukan serangan darat dalam upaya mengepung benteng pertahanan Portugis di Malaka. Para tentara Portugis dengan persenjataan lengkap berhasil mematahkan kepungan tentara Kalinyamat.

Seni dan Budaya

Di Kabupaten Jepara terdapat berbagai jenis kesenian, dan kebudayaan . Yaitu Barongan Dencong, Wayang Golek Langkung, Tari Kridhajati, Tari Tenun Troso, Tari Tayub, Tari Emprak, Samroh, Prasah, Angguk, Dagelan, Kentrung, Ludruk, Ketropak, Keroncong, dan Gambus. Jenis kesenian tradisional Samroh, Gambus, dan Angguk, semuanya bernapaskan Islam. Jenis kesenian tradisional lainnya adalah dagelan, emprak, ketropak, ludruk, kentrung, keroncong,dan prasah. Melalui beberapa kesenian tradisional ini, pemerintah menggunakannya untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat misalnya mengenai pembangunan dan keluarga berencana.

Wisata Jepara

Kabupaten jepara mempunyai banyak sekali tempat wisata. Mulai dari wisata alam, wisata pantai, wisata pegunungan, air terjun, dan wisata kepulauan. Berikut wisata-wisata yang paling terkenal di jepara. Pantai Kartini, pantai bandengan, Benteng portugis, pantai bondo, pantai, blebak, pantai teluk awur, pantai guamanik, pantai lemah abang, pantai pungkruk, pantai pailus, pantai empurancak, pantai ranting, pantai semat, air terjun songgo langit, air terjun jurang nganten, air terjun statah, air terjun grenjengan dowo, air terjun watu bobot, musium kartini, masjid makam mantingan, jepara ourland park, desa wisata tempur, kali bening tanjung, wisata kuliner SCJ,

Kuliner Jepara

Kabupaten Jepara juga mempunyai bermacam-macam masakan khas yang tentunya membuat kita kangen saat pulang kampung di antaranya

pindang serani

Pindang serani merupakan makanan khas dari jepara yang paling populer. Makanan ini bahan utamanya yaitu ikan ditambah bumbu-bumbu. Ada bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, sereh, jahe, terasi (sedikit), gula merah, garam, merica / lada, daun salam, dan lengkuas. Semua bumbu diracik dan direbus, setelah air mendidih ikan dimasukkan sampai masak. Diusahakan jangan terlalu lama supaya lebih fresh dan protein ikan tidak banyak yang hilang. Pindang serani sangat mudah di jumpai di rasto-resto atau rumah makan yang ada di pinggir pantai.

Horog-horog

Horog-horog merupakan makanan khas jepara yang paling merakyat karena harganya yang sangat murah meriah. Horog horog merupakan makanan ringan yang terbuat dari tepung pohon aren. Horok-Horok adalah makanan yang tergolong langka, di karenakan Horok-horok umumnya hanya ditemukan di kota ini. Horok-horok biasanya dimakan dengan sate kikil, soto, bakso, dan sayur pecel. Selain itu horog horog juga dapat juga dimakan dengan diberi santan dan sedikit gula pasir, seperti bubur.

sumber dan referensi : wikipedia

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.