KKN UIN Walisongo Semarang Belajar Berwirausaha Telur Asin Saat Pandemi

Wirausaha telur asin

Jepara (info seputar Jepara)- Kelompok 20 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari rumah Uin walisongo Semarang yang beranggotakan Aiyana Safitri, Ummi Fadlilah, Izza Sovia Nida, Silvia Fitria Ningsih, Azmi Khoirul Faiq dan Anna Nur Safitri berinisiatif belajar ber wirausaha telur asin dengan peternak sekaligus pengusaha telur asin milik bapak Munto’at di desa Lebak kecamatan Pakis Aji kabupaten Jepara pada Senin (02/11) untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang usaha di masa pandemi.

Ibu Isah mengatakan, awal merintis usaha bebek dan telur asin ini lumayan mudah, beliau merintis usaha mulai tahun 2010 dengan modal awal sekitar 200 ekor bebek dengan omset awal bertelur 180 telur dan itu dijual dengan harga 1.200 rupiah pertelur nya. Karena keuntungan yang lumayan banyak maka beliau terus menggeluti usaha tersebut. 

    “Awal mulai ternak bebek ini saya punya 200 ekor bebek dan omset awal usaha bebek ini bertelur 180 telur dan dijual dengan harga 1.200 rupiah pertelurnya dan karena keuntungan yang lumayan besar maka saya terus menggeluti usaha bebek ini.” Ungkap ibu Isah. 

Pantang menyerah dan ulet merupakan kunci utama dari berwirausaha bebek ini, karena pembuatan telur asin sedikit rumit dan proses pembuatan cukup lama, dimulai dari pengambilan telur langsung dari bebeknya dan dibersihkan sampai bersih, kemudian direndam selama 12 hari kemudian dilumuri batu bata yang sudah di haluskan dicampur dengan garam halus dengan perbandingan 3:1 misal batu bata yang sudah dihaluskan 3 gelas maka garamnya 1 gelas. 

    “Bebek yang awalnya hanya 200 ekor, setiap tahun saya tambah sehingga saat ini menjadi 400 ekor bebek. Namun, 2 tahun yang lalu usaha bebek ini mengalami kemerosotan karena sebanyak 500 ekor bebek mati karena keracunan dedak buatan. Namun itu semua menjadikannya untuk lebih berhati hati dalam memilih pakan untuk bebek,” terangnya. 

    Sementara, aiyana salah satu tim KKN  DR kelompok 20     Uin Walisongo Semarang  mengatakan, bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan untuk anggota kelompok 20 untuk lebih solutif dalam menghadapi pandemi ini bukan hanya menyerah tetapi juga harus terus berinovasi menciptakan lapangan pekerjaan baru di masa pandemi yang sulit ini. 

    “harapan kami, kegiatan ini bisa menambah pengetahuan tentang wirausaha telur asin untuk saya dan teman-teman untuk lebih solutif dalam menghadapi pandemi ini bukan hanya menyerah tetapi juga harus terus berinovasi menciptakan lapangan pekerjaan baru di masa pandemi ini,” kata Aiyana, Senin (02/11). 

    “Dan di masa pandemi ini, pendapatan dari peternak bebek menurun karena sulit dalam pemasarannya dan paling hanya di jual ke tukang jamu dan penjual martabak. Penghasilannya tergantung dengan jumlah bebek yang bertelur”. Kata ibu Isah.

Beri rating dan ulasan

Bagikan

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

10 Meme Kera Sakti di Jepara Yang Lagi Viral

Rab Nov 4 , 2020
Meme kera sakti lagi viral di jepara. Siapa sih nggak kenal dengan kera sakti bersama chi phat kai dan biksu tong. Yaitu legenda dari negeri cina yang dalam cerita filmnya mereka di tugaskan oleh dewi kwanin untuk pergi ke barat untuk mengambil kitab suci dalam ajaran budha. Nah saat ini […]