MAHASISWA KKN DR-75 UIN WALISONGO ADAKAN PELATIHAN PEMBUATAN HANDSANITIZER ALAMI

JEPARA (Info Seputar Jepara)- Mahasiswa kuliah kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang adakan sosialisasi pelatihan pembuatan handsanitizer dengan bahan alami kepada ibu-ibu PKK Desa Bantrung kecamatan Batealit Kabupaten jepara. Pelatihan di gelar Minggu (08/11) siang.

    Mahasiswi dan mahasiswa yang melaksanakan KKN RDR-75 UIN WALISONGO dari rumah di desa sendiri yakni desa Bantrung kecamatan Batealit kabupaten Jepara yang beranggotakan Aiyana Safitri (Pendidikan Bahasa Arab) , Anna Nur Safitri (S1 Perbankan Syariah) , Izza Sovia Nida (Hukum keluarga Islam), Ummi Fadlilah (Hukum Ekonomi Syariah), Nur Imani Surur (Ilmu falak), Azmi Khoirul Faiq(Ilmu Falak), Silvia Fitrianingsih (Ekonomi Islam) membuat inovasi untuk mengatasi masalah mahalnya handsanitizer selama masa pandemi.

Aiyana Safitri, Tim KKN UIN Walisongo sekaligus salah satu pemateri  mengatakan “ Mahalnya handsanitizer membuat masyarakat hanya mengandalkan sabun, sehingga ketika bepergian, banyak masyarakat yang mengabaikan himbauan untuk selalu cuci tangan.kelemahannya jika hanya menggunakan sabun kita tidak bisa menggunakan kapanpun karena harus mencari tempat yang menyediakan air atau tempat cuci tangan”.

Maka dari itu, mahasiswa membuat inovasi untuk membuat, mensosialisasikan cara pembuatan handsanitizer alami dan membagikan handsanitizer alami kepada ibu-ibu PKK secara gratis di dampingi oleh ketua PKK yaitu ibu Ismiati.

Pembuatan handsanitizer ini juga menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan oleh masyarakat dan tersedia di desa. Bahan yang digunakan dalam pembuatan handsanitizer ini adalah lidah buaya, daun sirih, dan jeruk nipis sebagai pewangi. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk sumbangsih mahasiswa KKN RDR-75 kepada ibu-ibu PKK terhadap pencegahan penyebaran virus Covid-19. 

Pembuatan handsanitizer

Ibu Sri Purwati salah satu anggota ibu-ibu PKK mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bagus dan membantu masyarakat sekitar untuk mengetahui cara membuat handsanitizer secara alami. 

     “kegiatan pelatihan ini sangat bagus, karena dengan adanya kegiatan pelatihan ini menambah wawasan saya bahwa ternyata untuk membuat handsanitizer dari bahan alami sangat mudah dan tidak mahal “ kata ibu Sri Purwati . 

Ketua Ibu-ibu PKK , Ibu Ismiati juga mengatakan bahwa pelatihan pembuatan handsanitizer dengan bahan alami lidah buaya, daun sirih dan jeruk nipis tersebut sangat bagus dan sangat bermanfaat, kegiatan ini membuat ibu-ibu PKK sangat antusias mendengarkan dan mempraktikkannya dan mengedeukasi bahwa sesuatu yang alami lebih baik dibandingkan dengan yang instan. 

    “ pelatihan pembuatan handsanitizer alami ini sangat bagus dan sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan membuat ibu-ibu PKK sangat antusias dalam mengikuti dan mempraktikkan pelatihan tersebut karena terbuat dari bahan alami dan mudah ditemukan,” kata Ibu Ismiati (ketua ibu-ibu PKK) . 

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat desa bantrung dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan dengan diadakannya sosialisasi cara pembuatan handsanitizer ini masyarakat dapat membuat dan menggunakan handsanitizer alami.

Beri rating dan ulasan

Bagikan

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Wisata Baru Pantai Selayar yang Lagi Viral di Jepara

Jum Nov 13 , 2020
Jepara- Desa Jambu kecamatan Mlonggo yang terletak di Jepara memiliki tempat wisata baru yang belakangan tengah viral dan marak diperbincangkan yaitu Pantai Selayar. Pantai selayar letaknya cukup dalam dan memiliki daya tarik serta keunikan tersendiri terutama bagi kaum remaja milineal suka hunting dan yang suka berburu foto cantik. Tidak seperti […]