Sejarah Persijap Jepara Laskar Lalinyamat

Kali ini kita akan membahas sejarah persijap jepara laskar kalinyamat. Persijap adalah klub sepak bola yang berasal dari kota ukir kabupaten jepara jawa tengah. Sebuah kota kecil yang berada di pesisir utara pulau jawa. Persijap jepara lahir pada tanggal 11 April 1954 dengan julukannya yaitu laskar kalinyamat dan elang laut dada putih.

Sejarah persijap jepara
Skuad persijap jepara 2020
Foto: facebook persijap jepara

Sejarah persijap jepara dimulai pada tahun 1930an saat masa penjajahan kolonial belanda di indonesia. Pada masa itu lahir 2 klub sepak bola di jepara yaitu Yaitu Y.V.C (Yapara Voedbal Club) dan Alsides yang merupakan bentukan dari kolonial belanda. Dua klub itulah yang menjadi cikal bakal sepak bola di kota jepara.

Sejak itu olah raga sepak bola pun mulai berkembang di kota ukir. Di setiap pelosok-pelosok desa banyak yang memainkan olahraga ini hingga menjadi olahraga yang paling di gemari rakyat dan masyarakat di jepara.

Setelah penjajahan belanda berakhir dan indonesia merdeka klub-klub bola di jepara pun semakin banyak. Tepatnya pada tanggal 11 april 1954, Sahlan Ridwan Bupati jepara kala itu mempunyai gagasan untuk membentuk sebuah klub sepakbola milik kabupaten jepara. Sejak saat itulah sejarah persijap jepara dimulai yang menjadi tanggal kelahiran laskar kalinyamat. Pada masa itu nama kabupaten jepara masih “Japara” Sehingga menggunakan nama persijap yang artinya persatuan sepak bola japara.

Persijap jepara bermarkas di stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, yaitu stadion berkapasitas 25.000 penonton yang menjadi stadion kebanggaan warga jepara. Sebbelumnya persijap pernah bermarkas di stadion kamal djunaidi jepara, karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan dan tidak lolos vetifikasi PSSI akhirnya pemkab jepara membuat stadion baru yaitu stadion GBK jepara yang hingga sekarang menjadi markas tim lsskar kalinyamat.

Sementara stadion kamal djunaidi sendiri berasal dari nama legenda persijap yaitu kamal djunaidi yang meninggal dunia setelah tersambar petir saat tim persijap bermain di partai final melawan pati. Untuk mengenang legenda persijap tersebut akhirnya namanya diabadikan menjadi nama stadion tersebut.

Klub Persijap jepara mempunyai tiga supporter yang selalu mendukung tim kesayangannya saat bermain. Yaitu Banaspati barisan supporter persijap sejati, jatman jepara tivosi mania dan CNS. Persijap mempunyai warna khas merah sebagai warna jersey klub.

Meski bermarkas di kota kecil namun persijap jepara mempunyai banyak prestasi dan nama besar di kancah sepakbola nasional. Persijap sudah malang melintang di kasta tertinggi indonesia. Prestasi-prestasi persijap diantaranya yaitu juara 1 nasional piala suratin 3 kali yaitu tahun 1982, 1998, dan pada tahun 2002. Dan presrasi terbaru persijap yaitu juara 1 liga 3 nasional tahun 2019.

Nama nama pemain persijap jepara yang terkenal dan melegenda yaitu ada kamal djunaidi, noor hadi, danang wihatmoko, agung supriyanto, gunawan dwi cahyo yang asli putra jepara. Sementara pemain asing yang melegenda yaitu ada pablo frances, evaldo silva, amarildo sausa, phaiton tiyatma, hingga beto gonzalves.

Bagikan

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Desa Mulyoharjo Dicanangkan Sebagai Kampung Siaga Covid-19

Ming Apr 12 , 2020
Desa Mulyoharjo kecamatan jepara kabupaten jepara di canangkan sebagai desa siaga covid-19 minggu (12/4/2020). Kegiatan pencanangam tersebut dihadiri oleh Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto S.H.,S.I.K.,M.H. anggota DPR Provinsi Andang, anggota DPRD Jepara Khoirul Anwar dan sejumlah Tokoh Masyarakat desa Mulyoharjo. Kapolres jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto menjelaskan Pencanangan tersebut […]