Sumur Batu Desa Tempur Wisata Peninggalan Joko Tarub

Sumur batu
Situs sejarah sumur batu di desa tempur jepara

Desa tempur kecamatan keling kabupaten jepara merupakan salah satu desa wisata yang ada di kota ukir. Di desa ini selain terkenal dengan keindahan alam pegunungannya ternyata juga menyimpan banyak sekali situs peninggalan sejarahnya. Mulai dari candi angin, candi bubrah, dan ada juga sumur batu yg merupakan situs peninggalan leluhur. Nah kali ini kita akan membahas tentang sejarah sumur batu tersebut.

Situs sumur batu batu ini tepatnya berada di dukuh duplak desa tempur kecamatan keling jepara. Sumur ini di kelilingi oleh perkebunan kopi tempur. Di sekitarnya juga terdapat kolam besar yg masih tertata rapi hingga sekarang. Ada juga batu-batu yang tertata seperti batu nisan peninggalan sejarah. Sumur ini terbilang unik dan misterius karena air di dalamnya tak pernah kering walaupun di ambil atau di sedot sekalipun.

Sejarah Sumur Batu

Sumur ini mulai dikenal atau di temukan oleh masyarakat pada tahun 2003 lalu. Saat itu ada penggalian benda-benda bersejarah di lokasi tersebut. Sebelumya sumur ini lebih di kenal dengan punden duplak. Namun setelah ada geliat pariwisata di desa tempur sumur ini pun mulai banyak di kunjungi oleh wisatawan. Agar lebih mudah diingat akhirnya punden duplak tersebut di ganti nama menjadi sumur batu. Oleh pemuda setempat situs ini sekarang sudah mulai di tata rapi sebagai tempat wisata sejarah di desa tersebut.

Hingga sekarang memang belum ada yang mengetahui sejarahnya secara pasti asal-usul batu duplak tersebut. Namun ada beberapa versi dari warga sekitar yang menceritakan tentang sumur tersebut. Warga mengaitkannya dengan legenda joko tarub yang terkenal dengan tujuh bidadari dari kayangan yang mandi di sebuah telaga. Dan si joko tarub mengambil salah satu selendangnya. Akhirnya satu dari tujuh bidadari tersebut di tinggal karena tidak bisa ikut terbang kembali ke kayangan. Nah menurut cerita batu duplak seperti lumpang tersebut merupakan tempat menumbuk padi joko tarub bersama istrinya sang bidadari tersebut. Ada juga versi yang mengatakan kalau sumur tersebut afalah peninggalan kerajaan kalingga.

Itulah sedikit cerita asal-usul sumur batu duplak di desa tempur. Jepara memang kaya sekali dengan tempat-tempat situs sejarahnya. Kita harus menjaga peninggalan-peninggalan tersebut untuk anak cucu kita nanti.

Bagikan

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

UMK Jepara Ditetapkan Naik 2 Juta Auto Kaya

Rab Nov 20 , 2019
Kabar baik ini buat warga kabupaten jepara khususnya yang bekerja di pabrik atau garmen. Karena dipastikan gaji atau UMK jepara mereka akan naik di tahun 2020 mendatang. Hal itu didapatkan setelah ganjar pranowo sebagai gubernur jawa tengah telah menetapkan besaran upah minimum kabupaten (UMK) di 35 kabupaten/kota di jawa tengah. […]
Umk jepara