Tradisi Uang Bensin di Pilpet Jepara

Pilpet jepara
Ilustrasi uang money politik

Pemilihan petinggi atau pilpet di kabupaten jepara dilaksanakan pada tanggal 17 oktober 2019. Sebanyak 418 calon petinggi di 136 desa di 15 kecamatan siap meramaikan pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Pesta demokrasi selalu tak lepas dari money politik alias politik uang . Tak terkecuali di Pilpet kabupaten jepara tahun 2019 ini.

Money politik alias politik uang sudah menjadi tradisi dalam gelaran pesta demokrasi pemilihan petinggi. Bagi-bagi uang menjadi cara yang ampuh tersendiri bagi calon petinggi untuk menggaet suara warga. Dengan iming-iming uang masyarakat biasanya akan tergoda untuk menyoblos salah satu calon tertentu.

Pada jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan pilpet. Biasanya ada seorang sabet yang mendatangi rumah-rumah untuk mendata setiap warga yang mau mencoblos calon tertentu. Bahkan ada yang sampai mengumpulkan foto kopi KTP. Data tersebut akan di serahkan ke calon sebagai perhitungan berapa uang yang akan dikeluarkan. Baru pada hari H uang serangan fajar tersebut di bagi-bagikan kepada calon pemilih.

Kisaran uang dalam money politik sangat berfariasi dari yang terkecil ada yang Rp. 30.000, Rp. 50.000 bahkan ada yang berani mengeluarkan Rp.100.000 perkepala agar bisa memenangkan pertarungan tersebut. Sangat -sangat jumlah uang yang fantastis dalam putaran pemilihan petinggi tersebut.

Terus bagaimana kalau calon yang kalah dalam pertarungan. Dengan modal yang sangat besar tersebut waalahualam. Mestinya mereka sudah memperhitungkan semuanya untuk siap menang dan siap kalah.

Masyarakat sendiri masih menganggap money politik sebagai hal yang biasa. Bahkan banyak warga yang masih menunggu-nunggu dan senang jika di kasih uang tersebut. Masyarakat menganggapnya uang money politik tersebut sebagai uang ganti kerja. Ada juga istilahnya uang ganti bensin, uang makan, uang rokok dan lainnya.

Meski dalam kampanyenya para peserta sering kali mendeklerasikan pemilihan yang bersih, jujur, dan berintegritas. Namun kenyataannya dilapangan politik uang masih sangat mudah kita temukan hampir di setiap desa yang ikut pemilihan petinggi.

Saat pendaftaran. Para calon petinggi juga sudah diwajibkaan menandatangani surat pernyataan bermaterai yang isi tidak akan berpolitik uang. Hal itu dilakukan agar pesta demokrasi bisa berlangsung jujur dan adil.

Jika masyarakat sendiri masih mau menerima yang money politik tersebut. Sementara para calon juga masih mau membagi-bagikan uang kepada warga. Sepertinya tradisi haram tersebut akan sulit dihilangkan. Namun kita harus memulai dari diri kita sendiri agar tradisi tersebut bisa hilang. Sehingga menghasilkan pemimpin yg bersih dan amanah.

Bagikan

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ini Dia Jadwal The Bagindas dan Mita The Virgin di Festival Kuliner Jepara

Jum Okt 18 , 2019
Jepara kembali menggelar hajatan berkelas nasional yaitu festival kuliner nusantara yang di gelar di alun-alun utama kota jepara. Even ini akan berlangsung selama 5 hari mulai hari jumat – selasa 18 – 22 oktober 2019. Festival kuliner jepara ini akan di meriahkan oleh bintang tamu band ibukota The bagindas, mita […]
Festival kuliner jepar